ID VSI
ID VSI

Rabu, 03 Februari 2010

Air Sebagai Nutrisi Tubuh Paling Vital

Manusia dapat bertahan hidup selama beberapa minggu tanpa makanan, tetapi hanya dapat bertahan beberapa hari tanpa air. Tubuh manusia terdiri atas 55-75 persen air. Air menjadi salah satu unsur pembentuk dasar darah, enzim-enzim pencernaan, urin, keringat, dan bahkan terkandung dalam jaringan otot, lemak, dan tulang.

Karena tubuh tidak dapat menyimpan air, maka kita memerlukan asupan air segar untuk mengganti air yang sudah dikeluarkan berbagai organ vital tubuh menjadi keringat, urin, kotoran, dan lain-lain. Jumlah asupan air yang kita butuhkan bergantung pada metabolisme tubuh kita, suhu udara, cuaca, makanan yang kita konsumsi dan tentunya tingkat aktifitas yang kita lakukan.


Fakta Kandungan Air di Tubuh

Berikut ini adalah beberapa fakta air yang terkandung dalam tubuh manusia :

  • Kandungan air di tubuh lebih banyak pada pria daripada wanita dan akan berkurang seiring bertambahnya usia.

  • Kebanyakan orang dewasa mengeluarkan sekitar 2,5-3 liter air per hari dari tubuhnya. Pengeluaran air akan bertambah pada kondisi cuaca panas dan waktu latihan yang lama.

  • Orang-orang yang lebih tua mengeluarkan sekitar 2 liter air per hari dari tubuhnya.

  • Penumpang alat-alat transportasi udara akan kehilangan 1,5 liter air selama tiga jam pertama perjalanan udara. Kehilangan tersebut harus diganti air segar.

  • Umumnya makanan mengandung sekitar 1 liter air dan sisanya harus diperoleh dari minuman.


Berbagai Fungsi Tubuh Membutuhkan Air

Sebagai nutrisi vital, air dibutuhkan untuk :
  • Menjaga kesehatan dan keutuhan setiap sel dalam tubuh.

  • Menjaga tingkat cair aliran darah agar lebih mudah mengalir melalui pembuluh darah.

  • Membantu menghilangkan sisa-sisa hasil metabolisme tubuh, elektrolit berlebih, misalnya sodium, potassium, dan urea yang merupakan sisa hasil pemrosesan protein makanan.

  • Mengatur suhu tubuh melalui proses berkeringat.

  • Menjaga kelembaban selaput-selaput lendir, seperti misalnya yang terdapat di paru-paru dan mulut.

  • Melumasi dan melindungi sendi-sendi.

  • Mengurangi resiko penyakit cystitis dengan menjaga kantung kemih bebas dari bakteri.

  • Membantu pencernaan dan mencegah sembelit.

  • Bekerja sebagai pelembab untuk memperbaiki tekstur dan penampilan kulit.

  • Membawa berbagai nutrisi dan oksigen dalam sel-sel darah.

  • Bekerja sebagai bantalan peredam pada organ mata, tulang belakang dan kantung amniotik janin pada proses kehamilan.


Kandungan Air Pada Makanan

Pada umumnya makanan mengandung air, bahkan yang terlihat keras dan kering sekalipun. Tubuh bisa memperoleh asupan air sampai sepertiga kebutuhannya dari makanan. Proses pencernaan sendiri juga menghasilkan air sebagai hasil sisa dan dapat menyuplai sekitar 10 persen kebutuhan tubuh akan air. Kebutuhan sisanya harus diperoleh dari cairan.


Dehidrasi


Dehidrasi terjadi ketika kadar kandungan air dalam tubuh terlalu rendah. Kondisi ini dapat dicegah dengan meningkatkan asupan cairan. Gejala-gejala dehidrasi diantaranya adalah sakit kepala, pusing, lesu, murung, daya respon rendah, saluran hidung kering, bibir kering dan pecah-pecah, urin berwarna terlalu kuning atau gelap, tubuh lemah, letih, dan halusinasi. Akhirnya tidak dapat mengeluarkan urin, ginjal gagal bekerja, dan tubuh tidak mampu membuang hasil sisa-sisa proses metabolisme yang beracun. Dan bahkan pada kondisi yang sudah ekstrim dapat mengakibatkan kematian. Beberapa penyebab dehidrasi diantaranya adalah :
  • Meningkatnya produksi keringat karena cuaca yang panas, kelembapan, olahraga, atau demam.

  • Kurang minum air.

  • Kurang baiknya kerja mekanisme sinyal tubuh pada manula, hingga kadang manula tidak merasa haus padahal sedang dalam kondisi dehidrasi.

  • Meningkatnya keluaran urin karena kondisi kekurangan hormon, diabetes, sedang dalam pengobatan atau berpenyakit ginjal.

  • Mengalami diare atau muntah.

  • Sedang dalam masa penyembuhan luka bakar.


Kapan Harus Menambah Asupan Cairan?


Kalau Anda tidak meminum cukup air maka resiko batu ginjal akan meningkat dan pada wanita resiko infeksi saluran urin akan meningkat. Juga terdapat beberapa bukti meningkatnya resiko beberapa jenis penyakit kanker termasuk kanker kandung kemih dan kanker kolon. Kondisi kurang minum air juga akan menurunkan performa fisik dan mental dan fungsi kelenjar saliva.

Orang-orang yang memerlukan asupan air lebih banyak, termasuk diantaranya adalah :
  • Mereka yang menjalani diet makanan berprotein tinggi;

  • Mereka yang menjalani diet makanan berserat tinggi, karena cairan membantu mencegah sembelit;

  • Mereka yang termasuk anak-anak;

  • Mereka yang sedang menderita penyakit sehingga harus muntah atau diare;

  • Mereka yang aktif secara fisik;

  • Mereka yang harus menghadapi kondisi cuaca dan suhu hangat atau panas;

  • Mereka yang termasuk manula berkondisi dehidrasi.

Orang-orang yang berusia lebih tua cenderung beresiko mengalami dehidrasi. Kondisi tersebut dikarenakan :
  • Perubahan pada fungsi ginjal seiring bertambahnya usia;

  • Perubahan hormonal;

  • Seringkali merasa tidak haus (dikarenakan mekanisme dalam tubuh yang memberi sinyal rasa haus sudah tidak bekerja maksimal seiring bertambahnya usia);

  • Sedang dalam pengobatan (misalnya pengobatan diuretik dan laxative);

  • Sedang menderita penyakit kronis;

  • Mobilitas yang sangat rendah.


Dehidrasi pada Bayi dan Anak-anak

Anak-anak bisa sangat rentan dengan kondisi dehidrasi terutama jika sedang menderita sakit. Contohnya adalah muntah, demam, dan diare dapat dengan cepat membuat bayi mengalami dehidrasi. Kondisi tersebut bisa sangat membahayakan keselamatan bayi. Jika Anda mengetahui suatu kondisi dehidrasi pada anak-anak atau bayi, maka segeralah bawa ke rumah sakit terdekat. Beberapa gejala dehidrasi pada anak-anak termasuk diantaranya adalah :
  • Kulit terasa dingin

  • Terlihat lesu

  • Mulut yang kering

  • Kondisi anatomi tulang kepala (fontanelle) yang tertekan

  • Kulit berwarna sedikit biru karena sirkulasi yang melamban


Kelebihan Asupan Air (Hyponatremia)

Berbalikan dengan berbagai kondisi diatas, minum terlalu banyak air juga dapat merusak tubuh dan menyebabkan hyponatremia. Kondisi ini dikenal dengan menurunnya kadar sodium dalam darah hingga level sangat rendah dan membahayakan. Sodium diperlukan dalam kontraksi otot dan dalam pengiriman impuls-impuls syaraf. Jika terlalu banyak minum air maka ginjal tidak mampu mengeluarkan cukup cairan. Kelebihan air dapat mengarah kepada sakit kepala, pandangan kabur, kram (hingga akhirnya kejang-kejang), otak membengkak, koma, dan pada akhirnya kematian.

Untuk mencapai level kelebihan, dapat diakibatkan minum air berlebihan hingga beberapa liter sehari. Kondisi kelebihan air umumnya terjadi pada orang-orang yang menderita penyakit-penyakit khusus atau sakit mental (misalnya dalam beberapa kasus schizophrenia) dan pada bayi yang diberi makan makanan formula bayi yang terlalu cair.


Air dan Performa Olahraga

Para atlit harus minum 500 ml air dua jam sebelum beraksi dalam suatu pertandingan olahraga. Lalu harus minum lagi 300-500 ml air setiap 30 menit selama pertandingan. Namun tentunya para atlit yang aktifitasnya lebih rendah tidak harus sebanyak itu. Sementara para atlit yang bertanding dengan intensitas aktifitas fisik yang tinggi dalam kondisi suhu atau cuaca yang hangat atau panas tentunya memerlukan asupan cairan lebih banyak lagi.


Retensi Urin

Banyak orang percaya jika banyak mengkonsumsi air akan menyebabkan retensi urin. Padahal faktanya justru sebaliknya. Minum air membuat tubuh mampu membersihkan diri dari kelebihan sodium, yang mengakibatkan berkurangnya retensi urin. Tubuh akan menahan cairan dalam tubuh jika kandungan air dalam sel-sel terlalu sedikit. Jika tubuh menerima asupan air secara reguler, maka tubuh tidak perlu menyimpan air dan karenanya akan mengurangi retensi urin.


Jumlah Asupan Air yang Dianjurkan


Sangat dianjurkan mengkonsumsi 6-8 gelas (masing-masing 150 ml) air atau berbagai jenis cairan setiap hari. Konsumsi ini dianjurkan untuk mereka yang kurang beraktifitas fisik, para manula, berada dalam suhu atau cuaca dingin, dan yang banyak mengkonsumsi makanan mengandung banyak air. Konsumsi lebih dari 8 gelas sehari dibutuhkan oleh mereka yang termasuk aktif beraktifitas fisik, anak-anak, berada dalam suhu atau cuaca hangat atau panas, dan ibu-ibu menyusui (yang memerlukan 750-1,000 ml tambahan cairan).


Sumber-sumber Cairan


Cairan diantaranya termasuk air segar dan lain-lainnya seperti jus, minuman ringan (soft drink), kopi, teh, susu, dan sup. Air segar merupakan minuman terbaik karena tidak mengandung kalori dan mengandung fluoride yang baik bagi gigi. Sementara susu termasuk penting (khususnya untuk anak-anak) dan teh dapat menjadi antioksidan yang dapat melawan penyakit jantung dan kanker. Buah-buahan segar lebih baik daripada jus buah karena mengandung lebih banyak serat dan nutrisi serta mengandung lebih sedikit gula. Minuman ringan (soft drink) sebaiknya dihindari karena kandungan kalori dan gula yang tinggi tetapi rendah kandungan nutrisi.


Air Mineral Mengandung Garam

Beberapa jenis air mineral banyak mengandung garam yang dapat membuat retensi urin, kembung, dan bahkan meningkatkan tekanan darah pada orang tertentu. Batasi jumlah konsumsi air mineral atau pilihlah jenis yang rendah sodium (kurang dari 30 mg sodium per 100 ml air mineral).


Yang Perlu Diingat
  • Air sangat penting bagi kebanyakan fungsi-fungsi tubuh;

  • Tubuh tidak dapat menampung air dan karenanya memerlukan asupan air segar setiap hari;

  • Kondisi dehidrasi sangat mengancam keselamatan bayi dan membutuhkan perawatan medis secepatnya;

  • Sangat dianjurkan mengkonsumsi sekitar delapan gelas air per hari untuk mencegah dehidrasi

Simber: www.sportindo.com

Fedri Mulyadi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.

0 komentar:

Posting Komentar

Status Halaman Ini

Followers

ID VSI

 

Copyright @ 2013 Berbagi Info.